Wisata Kaliseling - "Paris Van Cilacap"


CILACAP-Sebuah daerah pesisir yang selalu identik dengan wisata pantai yang hanya itu-itu saja, kinisudah tidak berlaku bagi kabupaten yang terletak di paling selatan Jawa Tengah. Kabupaten yang hanya selama ini dikenal Nusakambangan nya dengan Lapas penembakan matinya. Yah, inilah Cilacap. Kota buntu yang penuh dengan inspirasi yang tak pernah buntu.

Satu penyegaran yang kini hadir dari dunia pariwisata Cilacap yaitu adanya sebuah obyek wisata baru yang menghadirkan konsep kekinian namun ramah lingkungan. Kalau buat saya ini bisa jadi "Paris Van Cilacap" tapi, menurut masyarakat sana, ini adalah "Kaliseling Van Central Java".

Inilah obyek wisata Kaliseling. Sebuah pariwisata yang baru berdiri namun sangat membuat saya penasaran. Hari ini rasa penasaran saya sudah terobati. Hari ini pass banget pengin dolan, terus biikin deh story di WhatsApp dengan tagline "Ayuh DOlan". Eh, enggak berapa lama muncul deh si krunyil bales "Yuh". Singkat cerita akhirnya berangkat deh kesini.


Lokasi wisata Kaliseling ada di area Pantai Sodong, Kecamatan Adipala, Cilacap. Untuk masuk ke lokasi ini ada dua alternatif pintu masuk. Bisa dari area pantai Sodong langsung atau masuk melalui arah menuju Goa Selok. Meski arahnya beda tapi sama-sama biisa masuk kok, dan tentunya sama-sama ada penjaga tiketnya (hehehe).


Untuk masuk area wisata hanya dikenakan biaya Tiket sebesar Rp 5.000,- per orang. Hanya saja belum ada bukti tiketnya, entah belum bikin tiket atau entah emang saya engga dikkasih tiket (mudah-mudahan emang mereka belum bikin tiket sih,,,hehe). Untuk menuju kesini saran saya bagi yang bawa kendaraan mobil, untuk masuk melalui jalur pantai sodong saja. Hal ini dikarenakan jalur yang melaui arah Goa Seok sangat sempit, dan sudah tentu susah jika untuk berpapasan lawan arah.

Kondisi yang Menyenangkan


Jaman yang kekinian, siapa sih yang enggan wisata sambil foto-foto atau selfie? ya kali, sudah jelas pengin mengabadikan momen. But, jika orang kira pamer jawaban saya satu saja sih, "Ah, bodo amaat,,,". Nah, kebetulan nih tempat wisata kaliseling ini punya banyak spot foto yang bagus. Uniknya mereka membangun wisata mengambil konsep utama dengan membuat miniatur menara Eifel, tapi semuanya serba bambu. Wah, gak kebayang kan bagusnya.


Semua tempatnya hanya dibangun dengan struktur kaya dan bambu sebagai penopang dan bahan utama. Yang jelas, siapapun disini bakalan seru, seneng dan tentu betah banget deh. Semua konstruksi yang dibangun secara keseluruhan terletak diatas permukaan air Kaliseling. Kali dalam etimologi masyarakat adalah sungai. So, wisata ini terletak diatas sungai yang merupakan sungai dari aliran laut sodong dan sungainya bernama Kaliseling.

Disini menyediakan banyak sekali spot selfie buat pengunjung, namun tiketnya hanya satu di loket masuk. Saat menggunakan spot foto, semua sudah disediakan secara gratis. Wah,seru nih kalau ngomongin yang gratis-gratis. Dari banyaknya lokasi spot utama untuk foto, saya ambil beberapa tempat yang seru nih. Yah siapa tahu bisa buat referensi foto pas besok lebaran mau kesini.

Spot Bintang.

Spot Batu Pandang.

Spot dari Jembatan.

Nasib Photografer yang difotoin orang.

Spot dari Atas Menara.

Ingat!!! Maksimal naik atas 10 orang.

Keluhuran Cerminan Estetika Masyarakat


Dari beberapa tempat wisata di Cilacap yang pernah saya kunjungi, menurut saya inilah wisata yang paling menggambarkan nilai estetika yang luhur. Betapa tidak, saya tidak melihat adanya sampah yang berserakan disana. Saya tidak melihat adanya sampah pengunjung yang mengapung dipermukaan air dan disemua jembatan yang saya lalui bersih total dari yang namanya sampah.

Hal yang mengagumkan satu lagi  adalah nilai luhur yang mengedepankan estitika meski hanya untuk sebuah tempat sampah. Coba anda lihat, tempat sampah tergantung rapih di setiap pagar pelindung dari jembatan yang saya lalui. Wah ini baru niat banget ama yang namanya tempat sampah. Enggak kaya wisata yang cuman naruh tulisan "Buanglah sampah pada Tempatnya" tetapi tempat sampahnya engga ada. Ya otomatis kalau ada sampah pengunjung ya sudah jelas kesalahan pengelola wisatanya dong.


Buat pengunjung yang beragama muslim, di lokasi juga tersedia Mushala, namun sangat kecil sekali. Jadi buat yang mau sholat sudah jeas harus ngantri banget yah. Kebetulan sih tadi pas masuk waktunya shalat enggak ramai banget sih, jadi bisa langsung saja sholat.

Mengejar Sang Surya yang Kian Tenggelam


Nah, setelah beberapa jam muter-muter kesana kemari, akhirnya memutuskan main ke tempat wisata lagi yang tidak jauh dari lokasi, tepatnya bukit Selok. Tapi, itu akan dibahas di cerita yang lain yah (hehehe). Dari siang sampai kami jalan-jalan akhirnya tak terasa waktu sudah sore dan kami harus bergegas pulang. Nah, saat perjalanan pulang nih berbeda dengan saat di Kaliseling. Jika di Kaliseling kami bisa langsung shalat, tapi di sepanjang jalan kami  pulang kami tidak menemukan masjid. Hingga akhirnya kami bertemu masjid sudah lumayan jauh. Tapi ya sudahlah, mungkin kami saja yang enggak melihat masjid karena bangunan rumah terasa lebih tinggi hingga mungkin menutupi masjid. Ah, sudahlah.

Setelah sudah teramat sore dan tentu sudah mendeekati buka puasa, akhirnya kami memutuskan meneruskan perjalanan. Sepanjang jalan kami ngobrol kesana kemari dan hingga akhirnya nyletuk lah si krunyil ini, "ih sunset nya bagus tuh". Yah, reflek kan, langsung saja cekrek deh. Lumayan, mumpung belum tengelam.

Ributin Cari Takjil Buka Puasa



Yah, sebentar lagi waktu buka puassa tiba dan mau ga mau musti buka puasa dijalan kan. Tapi ya tentu dipinggir jalan dong jangan ditengah yah, ntar ketabrak. Bingungkan mikir mau nyari apa. Pertanyaan simpe sih, mau panas apa dingin. Tapi ya akhirnya pada beda argumen kan. Disatu sisi pengin yang dingin, biar seger. Disatu sisi yang lain lagi gak suka dingin, takut perut konslet lagi.

Daripada ributin ini itu ga jelas, akhirnya kita memutuskan untuk berhenti di salah satu warung pinggir jalan tepatnya di pasar (entah terminal yah) Adipala. Ini warungnya jual bubur kacang ijo dan es campur.


Akhirnya si krunyil pesan Es Campur dan akhirnya saya putuskan memesan Bubur Kacang Ijo panas, campur ES Batu (hahaha). Jujur nih, kalau es campunya menurutku terlalu manis. Ya emang sih dasar saya ga suka manis juga sih, karena biasanya yang manis itu menipu. Ehm, chek...Tapi, isinya bener campur-campur banget, banyak isinya, dan porsinya juga enggak cuman sedikit.


Untuk Es buburkacang ijo nya menurutku pas sekali. Enggak terlalu manis, matangnya pas banget, dan tentu ada lembutnya ketan hitam, wah pokoknya enak deh. Kalau kata Admin @kulinercilacap itu katanya "Nylekamin Pisan". Nah kamu tahu, dalam bayangan saya pasti hanrganya sedikit mahal untuk kualitas yang enak ini. Ternyata saat bayar, harganya hanya Rp 5.000 per porsi. Wah, ini beneran bonus banget buat hari ini.

Wah, perjalanan kai ini bener-bener rekomendit banget deh buat kalian yang mau liburan saat lebaran nanti. So, tunggu apalagi, segera deh agendakan kesini bersama orang-orang tercinta. 

Komentar

  1. Keren mas..
    Aku malah urung tau ngeneh.. pengin ngeneh kohh ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha,, ya kudu wajib meng ngeneh dong,,

      Hapus

Posting Komentar